
Gas Chromatography: Cara Kerja, Detektor, dan Penerapannya untuk Gas Composition LNG, CNG, dan LPG
- Diposting pada:
- Gas Composition, Laboratorium
Daftar isi:
Gas chromatography adalah metode laboratorium untuk memisahkan campuran gas menjadi komponen-komponennya lalu mengukur kadar masing-masing. Di industri gas bumi, LNG, CNG, dan LPG, metode inilah yang menghasilkan angka gas composition: berapa persen metana, etana, propana, nitrogen, dan CO2 di dalam gas. Dari angka itu dihitung nilai kalor yang menjadi dasar transaksi jual beli gas.
Artikel ini membahas cara kerja gas chromatography, detektor yang dipakai, standar metode GPA, ASTM, dan ISO, penerapannya di tiap rantai industri gas, cara membaca laporan hasil, serta hal-hal yang membuat hasil analisis bisa dipercaya saat dipakai untuk kontrak atau audit.
Apa Itu Gas Chromatography
Kromatografi gas bekerja dengan prinsip sederhana: setiap senyawa bergerak dengan kecepatan berbeda saat didorong gas pembawa melewati kolom berisi bahan penahan. Senyawa ringan seperti metana keluar lebih dulu, senyawa yang lebih berat seperti butana dan pentana tertahan lebih lama. Waktu keluar menunjukkan identitas senyawa, sedangkan besar sinyalnya menunjukkan kadarnya.
Alat yang menjalankan metode ini disebut gas chromatograph, disingkat GC. Untuk analisis gas bumi, GC biasanya dikonfigurasi khusus dengan beberapa kolom dan katup otomatis sehingga seluruh komponen penting terukur dalam satu kali injeksi sampel.
Metode ini dipakai luas karena memberi rincian yang tidak bisa didapat dari alat ukur lain. Satu kali analisis gas chromatography menghasilkan belasan angka komponen, dan dari angka-angka itu dapat dihitung nilai kalor, densitas, Wobbe index, faktor kompresibilitas, hingga titik embun hidrokarbon. Semua sifat tersebut dipakai dalam desain fasilitas, operasi harian, dan perhitungan transaksi gas. Di Indonesia, data gas chromatography menjadi bagian rutin di lapangan gas, jaringan distribusi pipa, fasilitas LNG skala besar maupun kecil, stasiun CNG, dan kilang LPG.
Cara Kerja Gas Chromatography Langkah demi Langkah

| Langkah | Yang terjadi | Yang perlu dijaga |
|---|---|---|
| 1. Sampel gas | Gas diambil dari pipa, tangki, atau silinder | Sampel mewakili aliran dan tidak mengembun |
| 2. Injeksi | Katup memasukkan volume sampel yang tetap | Tekanan dan suhu loop sampel stabil |
| 3. Kolom | Komponen terpisah berdasarkan lama tertahan | Jenis kolom sesuai komponen yang dicari |
| 4. Detektor | Tiap komponen yang keluar menghasilkan puncak sinyal | Detektor sesuai komponen yang diukur |
| 5. Kromatogram | Luas puncak dibandingkan dengan gas standar kalibrasi | Gas standar tertelusur dan masih berlaku |
| 6. Hasil | % mol komponen, lalu nilai kalor, Wobbe, densitas | Perhitungan mengikuti ISO 6976 atau GPA 2172 |
Kalibrasi adalah kunci. Gas chromatograph tidak mengukur kadar secara langsung, tetapi membandingkan sinyal sampel dengan sinyal gas standar yang komposisinya sudah diketahui. Karena itu mutu gas standar dan ketertelusurannya menentukan mutu hasil analisis.
Empat Jenis Detektor dan Kegunaannya

TCD (Thermal Conductivity Detector)
TCD mengukur perubahan daya hantar panas gas. Detektor ini membaca hampir semua komponen, sehingga dipakai untuk gas non-hidrokarbon seperti nitrogen, CO2, oksigen, dan hidrogen, serta metana dan etana pada kadar tinggi.
FID (Flame Ionization Detector)
FID membakar komponen dalam nyala hidrogen dan mengukur ion yang terbentuk. Detektor ini sangat peka terhadap hidrokarbon, sehingga dipakai untuk propana, butana, pentana, dan fraksi berat C6+ atau C9+ yang menentukan titik embun hidrokarbon.
SCD dan FPD untuk senyawa sulfur
Senyawa sulfur seperti H2S, merkaptan, dan COS ada dalam kadar ppm, bahkan ppb, dan bersifat korosif serta beracun. Detektor khusus sulfur dipakai sesuai ASTM D5504 atau ISO 19739 untuk mengukurnya secara terpisah.
Sistem multi-kolom
GC gas bumi modern memadukan beberapa kolom dan detektor dengan katup pengalih, sehingga analisis lengkap C1 sampai C6+ ditambah N2 dan CO2 selesai dalam satu injeksi. Konfigurasi inilah yang diacu GPA 2261 dan ISO 6974.
Standar Metode Gas Chromatography untuk Industri Gas
| Standar | Untuk | Keterangan |
|---|---|---|
| GPA 2261 / ASTM D1945 | Gas bumi | Komposisi C1–C6+, N2, CO2 |
| ISO 6974 | Gas bumi | Komposisi dengan ketidakpastian terdefinisi |
| GPA 2286 / ISO 6975 | Gas bumi, LNG | Analisis diperluas sampai C9+ untuk titik embun hidrokarbon |
| GPA 2172 / ISO 6976 | Semua gas bumi | Perhitungan nilai kalor, densitas, Wobbe dari komposisi |
| ASTM D2163 | LPG | Komposisi hidrokarbon C2–C5 dan olefin |
| ASTM D5504 | Gas bumi | Senyawa sulfur dengan detektor SCD |
| GPA 2166 / ASTM D1265 | Sampling | Cara mengambil sampel gas dan LPG yang mewakili |
Standar yang dipakai biasanya ditentukan kontrak jual beli gas atau spesifikasi pembeli. Laporan yang menyebutkan standar dengan jelas lebih mudah diterima saat terjadi selisih angka antara penjual dan pembeli.
Penerapan Gas Chromatography di LNG, CNG, LPG, dan Gas Bumi

Gas bumi dan jaringan pipa
Komposisi gas pipa menentukan nilai kalor yang ditagihkan per MMBTU. Selisih kecil pada kadar nitrogen atau CO2 langsung mengubah nilai transaksi, sehingga banyak kontrak mensyaratkan analisis berkala dari laboratorium independen.
LNG dan mini LNG
Sebelum dicairkan, gas harus bebas CO2, H2S, dan air yang bisa membeku di unit pendingin. Gas chromatography dipakai untuk memeriksa gas umpan, keluaran unit pemurnian, dan LNG produk untuk menghitung nilai kalor dan densitasnya.
CNG dan stasiun BBG
Gas yang dikompresi ke tekanan tinggi harus kering dan komposisinya stabil agar aman untuk tangki kendaraan dan pelanggan industri. Analisis komposisi dipadukan dengan uji kadar air menurut ASTM D1142.
LPG dan kilang pengolahan gas
Untuk LPG, gas chromatography mengukur perbandingan propana, butana, dan pentana yang menentukan tekanan uap dan densitas produk. Di kilang pengolahan, data ini juga menunjukkan seberapa efisien propana dan butana dipisahkan dari gas umpan. Parameter dan cara sampling LPG dibahas rinci di artikel analisis LPG.
Cara Membaca Laporan Hasil Gas Chromatography
| Bagian laporan | Artinya | Yang perlu dicek |
|---|---|---|
| Komposisi % mol | Kadar tiap komponen | Total mendekati 100% sebelum dinormalisasi |
| Nilai kalor (GHV / NHV) | Energi per volume gas | Kondisi acuan suhu dan tekanan yang dipakai |
| Wobbe index | Kemampuan tukar gas pada burner | Masuk rentang spesifikasi pembeli |
| Densitas relatif | Berat gas dibanding udara | Dipakai untuk koreksi meter aliran |
| Ketidakpastian | Rentang keyakinan hasil | Dinyatakan untuk parameter kontrak |
Total komposisi sebelum normalisasi yang jauh dari 100% menandakan masalah pada sampel atau kalibrasi. Laporan yang baik mencantumkan angka ini, bukan hanya hasil yang sudah dinormalisasi.
Hal yang Membuat Hasil Gas Chromatography Dapat Dipercaya
- Sampling yang benar — silinder bersih, pembilasan cukup, dan sampel tidak mengembun selama perjalanan.
- Gas standar tertelusur — komposisi mendekati sampel dan sertifikatnya masih berlaku.
- Metode sesuai kontrak — standar GPA, ASTM, atau ISO yang sama dengan yang disepakati pembeli.
- Laboratorium terakreditasi — akreditasi ISO/IEC 17025 membuktikan kompetensi dan ketertelusuran pengukuran.
- Waktu singkat dari sampling ke analisis — makin cepat sampel dianalisis, makin kecil risiko perubahan komposisi.
Contoh: Dari Komposisi ke Nilai Kalor
Nilai kalor gas tidak diukur langsung oleh gas chromatograph, melainkan dihitung dari komposisi. Setiap komponen punya nilai kalor ideal yang sudah ditabelkan dalam ISO 6976 atau GPA 2145. Nilai kalor campuran adalah jumlah dari kadar tiap komponen dikalikan nilai kalornya masing-masing, lalu dikoreksi untuk sifat gas nyata.
| Komponen | Kadar (% mol) | Pengaruh pada nilai kalor |
|---|---|---|
| Metana (C1) | 85–95 | Penyumbang energi terbesar |
| Etana (C2) | 2–8 | Menaikkan nilai kalor per volume |
| Propana dan butana (C3–C4) | 0,5–4 | Menaikkan nilai kalor dengan tajam |
| Nitrogen (N2) | 0,2–5 | Tidak terbakar, menurunkan nilai kalor |
| CO2 | 0,5–5 | Tidak terbakar, menurunkan nilai kalor dan korosif bila basah |
Contoh sederhana: jika kadar nitrogen naik dari 1% menjadi 3% dan metana turun dengan besar yang sama, nilai kalor gas turun sekitar 2%. Pada pasokan besar, selisih 2% berarti nilai tagihan yang signifikan setiap bulan. Karena itulah pembeli dan penjual gas sama-sama berkepentingan dengan analisis gas chromatography yang akurat dan diakui kedua pihak. Hal yang sama berlaku untuk LNG yang dijual berdasarkan energi, dan untuk LPG yang harga serta spesifikasinya bergantung pada perbandingan propana dan butana. Angka kadar yang tepat dari laboratorium terakreditasi membuat perhitungan energi dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan ketika diperiksa auditor, regulator, atau pihak pembeli.
Gas Chromatography Laboratorium dan GC Online di Lapangan
Banyak stasiun meter gas memasang GC online yang menganalisis gas setiap beberapa menit secara otomatis. Alat ini sangat berguna untuk pemantauan terus-menerus, tetapi tetap perlu diverifikasi. Analisis gas chromatography di laboratorium dipakai sebagai pembanding independen dan untuk parameter yang tidak diukur GC online.
| Aspek | GC online | GC laboratorium |
|---|---|---|
| Frekuensi | Setiap beberapa menit | Berkala sesuai jadwal sampling |
| Cakupan komponen | Biasanya C1–C6+, N2, CO2 | Dapat diperluas sampai C9+ dan sulfur |
| Kalibrasi | Gas standar di lokasi | Gas standar tertelusur dan kontrol mutu laboratorium |
| Peran utama | Pemantauan dan perhitungan energi harian | Verifikasi, sengketa, audit, dan analisis lengkap |
| Risiko | Drift kalibrasi tidak terdeteksi | Mutu sampling saat pengambilan sampel |
Praktik yang baik adalah membandingkan hasil GC online dengan hasil laboratorium dari sampel yang diambil pada waktu yang sama. Selisih yang melewati batas kesepakatan menjadi tanda bahwa GC online perlu dikalibrasi ulang.
Gas Chromatography Dibanding Metode Lain
Selain gas chromatography, ada beberapa cara lain untuk mengetahui sifat gas. Masing-masing punya tempat, tetapi hanya gas chromatography yang memberi rincian komponen satu per satu.
| Metode | Yang diukur | Keterbatasan |
|---|---|---|
| Gas chromatography | Kadar tiap komponen, lalu sifat gas dihitung | Butuh sampel yang mewakili dan gas standar |
| Kalorimeter | Nilai kalor secara langsung | Tidak memberi rincian komponen |
| Analyzer satu parameter | Misalnya hanya CO2, H2S, atau air | Tidak memberi gambaran komposisi lengkap |
| Tabung detektor | Perkiraan cepat satu senyawa | Akurasi terbatas, tidak untuk transaksi |
Kesalahan Umum yang Membuat Hasil Gas Composition Meleset
| Kesalahan | Akibat | Pencegahan |
|---|---|---|
| Silinder tidak dibilas cukup | Sisa gas lama bercampur dengan sampel | Pembilasan berulang sesuai GPA 2166 |
| Sampel didinginkan di bawah titik embun | Fraksi berat mengembun, C6+ terbaca rendah | Jaga suhu silinder di atas titik embun |
| Titik sampling di dasar pipa | Cairan ikut terambil | Probe sampling di bagian tengah aliran |
| Gas standar kedaluwarsa | Kalibrasi bergeser | Cek sertifikat dan masa berlaku |
| Sampel LPG mengalami penguapan sebagian | Komponen ringan hilang | Silinder dengan ruang kosong terkendali (ASTM D1265) |
Sebagian besar selisih hasil antar-laboratorium berasal dari tahap sampling, bukan dari alat gas chromatography itu sendiri. Karena itu laboratorium yang juga menangani pengambilan sampel di lokasi dapat mengendalikan seluruh rantai dari titik pipa sampai laporan.
Gas Chromatography Diperluas: Titik Embun Hidrokarbon dan Sulfur
Analisis standar C1 sampai C6+ cukup untuk menghitung nilai kalor, tetapi belum cukup untuk dua persoalan penting di jaringan gas: pengembunan cairan dan korosi. Keduanya membutuhkan analisis gas chromatography yang diperluas.
Titik embun hidrokarbon (HCDP)
Titik embun hidrokarbon adalah suhu ketika fraksi berat dalam gas mulai mengembun menjadi cairan pada tekanan tertentu. Cairan di dalam pipa mengganggu meter aliran, merusak kompresor, dan menurunkan mutu gas yang diterima pelanggan. Nilai HCDP sangat dipengaruhi komponen C7, C8, dan C9+ dalam kadar yang sangat kecil, sehingga analisis gas chromatography harus diperluas sesuai GPA 2286 atau ISO 6975. Dari komposisi rinci itu, HCDP dihitung dengan persamaan keadaan dan dibandingkan dengan spesifikasi jaringan pipa.
Senyawa sulfur
H2S bersifat beracun dan, bersama air, menyebabkan korosi pada pipa baja. Merkaptan sengaja ditambahkan pada gas kota sebagai pemberi bau, sehingga kadarnya juga perlu dipastikan. Untuk LNG, sulfur harus sangat rendah sebelum pencairan. Gas chromatography dengan detektor khusus sulfur mengukur tiap senyawa sulfur secara terpisah pada kadar ppm sampai ppb, jauh lebih rinci dibanding tabung detektor atau analyzer satu parameter.
Istilah Penting dalam Gas Chromatography
| Istilah | Arti singkat |
|---|---|
| Gas pembawa (carrier gas) | Gas inert seperti helium atau argon yang mendorong sampel melewati kolom |
| Kolom | Tabung berisi bahan penahan tempat komponen gas dipisahkan |
| Waktu retensi | Waktu yang dibutuhkan satu komponen untuk keluar dari kolom; menandai identitasnya |
| Kromatogram | Grafik sinyal detektor terhadap waktu; tiap puncak mewakili satu komponen |
| Luas puncak | Besar sinyal satu komponen; sebanding dengan kadarnya |
| Gas standar kalibrasi | Campuran gas dengan komposisi tersertifikasi untuk membandingkan sinyal sampel |
| Normalisasi | Penyesuaian hasil agar total komposisi tepat 100% |
| C6+ | Gabungan semua hidrokarbon dengan enam atom karbon atau lebih |
| Nilai kalor kotor (GHV) | Energi pembakaran termasuk panas pengembunan uap air |
| Wobbe index | Nilai kalor dibagi akar densitas relatif; menunjukkan apakah dua gas dapat saling menggantikan pada burner |
Memahami istilah ini membantu tim operasi, pengadaan, dan keuangan membaca laporan gas chromatography dengan benar, terutama saat membandingkan hasil dari beberapa laboratorium atau dari GC online.
Kapan Analisis Gas Chromatography Perlu Dilakukan
- Berkala sesuai kontrak — bulanan atau triwulanan untuk dasar tagihan energi.
- Saat sumber gas berubah — sumur baru, pemasok baru, atau pencampuran gas dari beberapa sumber.
- Commissioning fasilitas — mini LNG, stasiun CNG, atau unit pemurnian baru sebelum beroperasi penuh.
- Verifikasi GC online — pembanding independen untuk alat analisis di stasiun meter.
- Saat ada keluhan — burner tidak stabil, nilai kalor dipersoalkan, atau korosi di jalur pipa.
Memilih Laboratorium Gas Chromatography
Hasil gas composition sering dipakai untuk keputusan bernilai besar: tagihan energi, penerimaan kargo, atau penyelesaian sengketa. Karena itu memilih laboratorium sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga.
| Pertanyaan | Mengapa penting |
|---|---|
| Apakah metode gas chromatography yang diminta masuk ruang lingkup akreditasi ISO/IEC 17025? | Akreditasi berlaku per metode, bukan per laboratorium secara umum |
| Standar apa yang dipakai: GPA, ASTM, atau ISO? | Harus sama dengan yang tertulis di kontrak atau spesifikasi |
| Apakah laboratorium bisa mengambil sampel sendiri di lokasi? | Sebagian besar kesalahan terjadi saat sampling |
| Berapa lama sampel sampai di laboratorium? | Jarak pendek mengurangi risiko perubahan sampel |
| Apakah laporan mencantumkan total sebelum normalisasi dan ketidakpastian? | Tanda laporan yang transparan |
| Apakah silinder sampel disediakan dan dibersihkan laboratorium? | Silinder kotor mencemari hasil |
Persiapan Sebelum Analisis Gas Chromatography
Agar analisis berjalan lancar dan hasilnya langsung bisa dipakai, siapkan informasi berikut sebelum menghubungi laboratorium:
- Jenis gas dan titik sampling — gas umpan, gas jual, LNG, CNG, atau LPG, beserta tekanan dan suhu operasinya.
- Standar acuan — metode yang disebut dalam kontrak, misalnya GPA 2261, ISO 6974, atau ASTM D2163.
- Parameter tambahan — apakah perlu nilai kalor, Wobbe, HCDP, sulfur, atau kadar air.
- Kondisi acuan perhitungan — suhu dan tekanan acuan yang dipakai untuk nilai kalor di kontrak Anda.
- Jadwal dan frekuensi — satu kali, bulanan, atau program pemantauan berkala.
Dengan informasi ini laboratorium dapat menyiapkan silinder yang sesuai, memilih konfigurasi gas chromatography yang tepat, dan menyusun laporan dengan format yang langsung sesuai kebutuhan kontrak Anda.
Layanan Gas Chromatography DND Java di Jawa Timur dan Jawa Tengah
PT DnD Java Indonesia mengoperasikan laboratorium terakreditasi KAN ISO/IEC 17025:2017 (LP-2246-IDN) di Bojonegoro, di tengah kawasan migas Tuban, Bojonegoro, Cepu, dan Gresik. Kami melayani analisis gas composition untuk gas bumi, LNG, CNG, dan LPG, termasuk pengambilan sampel di lokasi dengan silinder yang kami siapkan. Detail parameter dan paket ada di halaman layanan gas composition.
Untuk fasilitas yang membutuhkan data rutin, seperti mini LNG plant, mother station CNG, dan kilang LPG, kami menyusun program pemantauan berkala: jadwal sampling tetap per titik, silinder yang disiapkan, dan laporan yang menampilkan tren komposisi serta nilai kalor dari waktu ke waktu. Data tren ini membantu tim operasi mendeteksi perubahan sumber gas atau penurunan kinerja unit pemurnian sebelum menjadi masalah.
Wilayah layanan utama meliputi Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan tim dapat dimobilisasi ke seluruh Indonesia untuk proyek yang membutuhkan.
Pertanyaan Umum tentang Gas Chromatography
Apa itu gas chromatography?
Gas chromatography adalah metode laboratorium untuk memisahkan campuran gas menjadi komponennya di dalam kolom, lalu mengukur kadar tiap komponen dengan detektor. Di industri gas, metode ini menghasilkan data gas composition dan nilai kalor.
Apa beda gas chromatography dan gas composition?
Gas composition adalah hasilnya, yaitu daftar kadar komponen seperti metana, etana, nitrogen, dan CO2. Gas chromatography adalah metode dan alat yang dipakai untuk mendapatkan data komposisi tersebut.
Detektor apa yang dipakai untuk analisis gas bumi?
Analisis gas bumi biasanya memadukan TCD untuk nitrogen, CO2, dan metana, serta FID untuk hidrokarbon propana sampai C6+ atau C9+. Senyawa sulfur seperti H2S diukur terpisah dengan detektor khusus sulfur seperti SCD.
Standar apa yang dipakai untuk gas chromatography LPG?
Komposisi LPG umumnya dianalisis menurut ASTM D2163 untuk hidrokarbon C2 sampai C5 dan olefin. Hasilnya dipakai untuk menghitung tekanan uap dan densitas. Pengambilan sampel LPG mengikuti ASTM D1265.
Artikel Terkait
- automated sampling system — cara kerja, komponen, dan standar sampling otomatis
- automated sampling systems — 5 alasan industri membutuhkan sampling otomatis
- pressure dew point — menjaga udara bertekanan tetap kering
Butuh analisis gas chromatography untuk fasilitas Anda?
Sebutkan jenis gas, titik sampling, dan standar kontrak Anda; kami siapkan metode, silinder sampel, dan jadwal. Pilih bidang Anda — pesan WhatsApp sudah terisi, tinggal kirim.
WhatsApp — LNGWhatsApp — CNG / BBGWhatsApp — LPGWhatsApp — Gas Bumi / Pipa
Atau telepon (0353) 8940000 · [email protected]
Bagikan ini ke:
Penulis
DnD Java Indonesia
Laboratorium Oil & Gas



