Lube Oil Analysis
Lube Oil Analysis or lubricating oil analysis is the process of testing and evaluating the condition and quality of lubricating oil used in industrial machinery and equipment.
DnD Java tests and inspects refined lubricant base oils for quality control and troubleshooting. Base oil testing helps ensure quality is maintained throughout the refining, blending, transportation and storage processes. Expertise in chemical analysis techniques is also available to assist in difficult problem solving, troubleshooting, formulation and tracking contamination issues.
Lube Oil Test
- Evaporation Loss: D5800
- Density: D1298, D4052, IP 365
- Volatility: D6417
- Water: D6304
- Water Separability: D1401
- Aniline Point: D611
- Acid Number: D664 (includes Strong Acid Number)
- Acid and Base Number: D974 (includes Strong Acid Number)
- Copper Strip Corrosion: D130
- Ash Content: D482
- Refractive Index: D1218
- Pour Point: D97, D5950, D5985, D5949
- Kinematic Viscosity: D445, IP 71
- Viscosity: IP 71
- Viscosity Index: D2270, IP 226
- Sulfur: D2622, D4294
- Flash Point: D92, D93
- Color: D1500, D6045
- Boiling Point Distribution: D2887
- Viscosity by Cold Crank Simulator: D5293
- Nitrogen: D5762
Mengapa Lube Oil Analysis Lebih Murah daripada Mengganti Mesin
Lube oil analysis adalah cara paling murah mengetahui kondisi bagian dalam mesin tanpa membongkarnya. Minyak pelumas yang bersirkulasi membawa jejak semua yang terjadi di dalam: serpihan logam dari bantalan yang mulai aus, air dari pendingin yang bocor, bahan bakar dari injektor yang menetes, dan produk oksidasi dari pelumas yang sudah lelah. Membaca jejak itu secara berkala memungkinkan tim pemeliharaan mengganti komponen sebelum rusak, bukan sesudahnya.
Laboratorium PT DnD Java Indonesia mengerjakan lube oil analysis untuk dua kebutuhan: pengendalian mutu pelumas baru dan base oil, serta pemantauan kondisi pelumas terpakai (in-service) pada mesin diesel, genset, turbin, kompresor, gearbox, dan sistem hidrolik.
Parameter Lube Oil Analysis dan Artinya
| Parameter | Reference method | Yang diberitahukan angkanya |
|---|---|---|
| Kinematic viscosity 40 & 100 °C | ASTM D445, IP 71 | Naik = oksidasi/kontaminasi jelaga; turun = pengenceran bahan bakar atau salah grade |
| Viscosity index | ASTM D2270 | Kestabilan viskositas terhadap suhu; indikasi base oil dan aditif VI |
| Acid number (TAN) | ASTM D664, D974 | Produk oksidasi dan asam; naik berarti pelumas mendekati akhir umur |
| Base number (TBN) | ASTM D2896, D4739 | Cadangan alkali pelumas mesin untuk menetralkan asam pembakaran |
| Water content | ASTM D6304 (Karl Fischer) | Kebocoran pendingin, kondensasi, atau masuknya air dari luar |
| Water separability | ASTM D1401 | Kemampuan pelumas turbin/hidrolik melepaskan air |
| Flash point | ASTM D92, D93 | Turun tajam = pengenceran bahan bakar |
| Wear metals & aditif | ASTM D5185 (ICP) | Fe, Cu, Pb, Al, Cr, Sn menunjukkan komponen yang aus; Ca, Zn, P menunjukkan paket aditif |
| Oksidasi, nitrasi, jelaga | ASTM E2412 (FTIR) | Degradasi kimia pelumas dan beban pembakaran |
| Evaporation loss | ASTM D5800 | Kehilangan fraksi ringan pada suhu operasi tinggi |
| Pour point & cold crank | ASTM D97, D5293 | Kemampuan mengalir dan start pada suhu rendah |
| Color, ash, refractive index | ASTM D1500, D482, D1218 | Pengendalian mutu base oil dan indikasi kontaminasi |
| Sulfur & nitrogen | ASTM D2622, D4294, D5762 | Spesifikasi base oil, potensi pembentukan asam |
Penjelasan dasar tiap parameter dan cara membacanya tersedia di artikel pengertian lube oil analysis dan manfaatnya.
Pelumas Baru atau Pelumas Terpakai: Dua Tujuan yang Berbeda
Pelumas baru dan base oil diuji terhadap spesifikasi produk: viskositas pada grade yang dijanjikan, viscosity index, flash point, pour point, color, dan kadar sulfur. Tujuannya memastikan mutu terjaga selama pencampuran, pengiriman, dan penyimpanan, serta membuktikan kesesuaian saat terjadi keluhan pelanggan.
Pelumas terpakai diuji terhadap dirinya sendiri: hasil hari ini dibandingkan dengan sampel pelumas baru yang sama dan dengan tren sampel sebelumnya. Yang dicari bukan angka absolut, melainkan laju perubahan. Kenaikan besi dari 20 ke 80 ppm dalam dua bulan jauh lebih penting daripada angka 80 itu sendiri.
Cara Membaca Hasil Lube Oil Analysis
Tiga pertanyaan diurutkan setiap kali laporan dibaca. Pertama, apakah pelumasnya masih layak: lihat viskositas, TAN, TBN, dan oksidasi. Kedua, apakah ada kontaminasi: lihat water, bahan bakar (flash point), glikol, dan silikon dari debu. Ketiga, apakah mesinnya aus: lihat wear metals dan pasangkan dengan komponen sumbernya, misalnya tembaga dan timbal dari bantalan, kromium dari ring piston, besi dari liner dan roda gigi.
Laporan kami menandai setiap parameter dengan status normal, perhatian, atau kritis berdasarkan batas yang disepakati dengan tim pemeliharaan Anda, sehingga tindakan bisa diputuskan tanpa membaca angka satu per satu.
Sumber Logam Aus dan Komponen yang Ditunjuknya
| Logam yang naik | Komponen yang diduga | Pemeriksaan lanjutan |
|---|---|---|
| Besi (Fe) | Liner silinder, roda gigi, poros, bantalan gelinding | Bandingkan dengan jam operasi; periksa filter dan magnet drain plug |
| Tembaga (Cu) dan timbal (Pb) | Bantalan luncur, bushing, pendingin oli berbahan tembaga | Cek clearance bantalan dan kebocoran oil cooler |
| Aluminium (Al) | Piston, bantalan aluminium, rumah pompa | Periksa bersama silikon: Al + Si tinggi = debu masuk |
| Kromium (Cr) | Ring piston, batang katup, bantalan berlapis krom | Cek blow-by dan kompresi silinder |
| Silikon (Si) | Debu dari saringan udara bocor, atau sealant baru | Periksa saluran udara masuk dan segel |
| Natrium (Na), kalium (K), boron (B) | Cairan pendingin masuk ke pelumas | Uji tekanan sistem pendingin, periksa gasket kepala silinder |
Tabel ini menjadi alasan mengapa lube oil analysis tidak berhenti pada angka ppm: setiap logam menunjuk ke komponen tertentu, dan laporan kami menyebutkan komponen itu supaya tim pemeliharaan tahu bagian mana yang harus diperiksa lebih dulu.
Kapan Lube Oil Analysis Dibutuhkan
| Situation | Parameter kunci | Akibat bila diabaikan |
|---|---|---|
| Program predictive maintenance genset, kompresor, turbin | Viskositas, TAN/TBN, water, wear metals, FTIR | Kerusakan mendadak dan downtime tak terjadwal |
| Menentukan interval ganti oli yang tepat | TBN, oksidasi, viskositas, jelaga | Ganti terlalu cepat (boros) atau terlalu lambat (aus) |
| Dugaan kebocoran pendingin atau injektor | Water, glikol, flash point | Bantalan gagal karena pelumas encer atau beremulsi |
| Penerimaan pelumas dari pemasok | Viskositas, VI, flash point, aditif (Ca, Zn, P) | Salah grade atau produk tercampur masuk ke mesin |
| Klaim garansi mesin | Paket lengkap dari lab terakreditasi | Klaim ditolak tanpa bukti kondisi pelumas |
| Pelumas turbin dan hidrolik umur panjang | Water separability, TAN, partikel, oksidasi | Varnish dan sludge menyumbat katup servo |
Alur Pengerjaan Lube Oil Analysis di DND Java
- Pendaftaran mesin — jenis mesin, merek dan grade pelumas, jam operasi, dan riwayat penggantian dicatat sebagai baseline.
- Pengambilan sampel — saat mesin hangat dan beroperasi, dari titik yang sama setiap kali (sebelum filter), memakai botol bersih dan pompa vakum atau kran sampling.
- Pengujian — paket parameter sesuai jenis mesin; sampel pelumas baru diuji sebagai pembanding.
- Interpretasi tren — hasil dibandingkan dengan baseline dan sampel sebelumnya, bukan hanya dengan batas umum.
- Laporan dan rekomendasi — status per parameter, kemungkinan sumber masalah, dan tindakan yang disarankan.
Isi laporan lube oil analysis
- Identitas mesin, pelumas, jam operasi mesin dan jam operasi pelumas saat sampling
- Hasil tiap parameter dengan metode acuan, dibandingkan dengan pelumas baru dan sampel sebelumnya
- Status normal / perhatian / kritis per parameter dan grafik tren untuk program berkala
- Rekomendasi: lanjutkan, periksa komponen tertentu, atau ganti pelumas
Paket Lube Oil Analysis Menurut Jenis Mesin
- Mesin diesel dan genset — viskositas 100 °C, TBN, jelaga dan oksidasi (FTIR), water, bahan bakar (flash point), dan wear metals lengkap. Tujuannya menentukan interval ganti oli dan mendeteksi keausan liner, bantalan, serta kebocoran pendingin.
- Turbin gas dan uap — viskositas 40 °C, TAN, water separability, oksidasi, dan kebersihan partikel. Pelumas turbin dipakai bertahun-tahun, sehingga tren TAN dan kecenderungan varnish menjadi indikator utama.
- Kompresor — viskositas, TAN, water, wear metals, dan pengenceran oleh gas proses; untuk kompresor gas alam, kontaminasi kondensat sering menjadi penyebab viskositas turun.
- Gearbox dan sistem hidrolik — viskositas, water, partikel, dan wear metals dengan penekanan pada besi, tembaga, dan silikon sebagai penanda keausan roda gigi dan masuknya debu.
- Base oil dan pelumas baru — density, viskositas dan viscosity index, flash point, pour point, color, sulfur, nitrogen, dan aditif sebagai pengendalian mutu produksi dan penerimaan.
Paket dapat disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan mesin dan riwayat masalah yang pernah terjadi, dan kami sarankan sampel pelumas baru dari drum yang sama diuji sebagai pembanding pada awal program.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Lube Oil Analysis
Seberapa sering lube oil analysis perlu dilakukan?
Untuk mesin diesel dan genset yang beroperasi terus-menerus, umumnya setiap 250 sampai 500 jam operasi. Turbin, kompresor, dan sistem hidrolik dengan pelumas umur panjang cukup tiap satu sampai tiga bulan. Interval pastinya disepakati dari kritikalitas mesin dan tren hasil sebelumnya.
Berapa banyak sampel pelumas yang dibutuhkan?
Sekitar 100 sampai 250 mililiter per titik sudah cukup untuk paket pemantauan rutin. Paket lengkap yang menyertakan evaporation loss, cold crank, atau water separability membutuhkan volume lebih besar; kami sampaikan kebutuhannya bersama botol dan label sampling.
Apakah lube oil analysis bisa mendeteksi kebocoran air pendingin?
Ya. Water content Karl Fischer mendeteksi air, sedangkan kenaikan natrium, kalium, dan boron pada hasil ICP menunjukkan bahwa airnya berasal dari cairan pendingin, bukan dari kondensasi. Kombinasi ini membedakan kebocoran pendingin dari masuknya air biasa.
Layanan Lube Oil Analysis PT DnD Java Indonesia
PT DnD Java Indonesia adalah laboratorium pengujian minyak dan gas di Bojonegoro, Jawa Timur, yang sejak 2022 melayani operator migas, pembangkit listrik, industri manufaktur, pertambangan, dan armada transportasi di seluruh Indonesia. Untuk klien di Jawa Timur kami menyediakan pengambilan sampel terjadwal langsung di lokasi mesin; baca panduan lube oil analysis dan predictive maintenance.
- Terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 — hasil lube oil analysis diterima untuk klaim garansi dan audit pemeliharaan
- Dua tujuan dalam satu laboratorium — pengendalian mutu pelumas baru dan pemantauan pelumas terpakai
- Interpretasi tren — laporan menyebut komponen yang diduga aus, bukan hanya angka
- Program berkala — botol, label, jadwal sampling, dan grafik tren per mesin
- Related services — fuel analysis untuk bahan bakar mesin yang sama dan chemical screening untuk aditif
Accreditation
The PT DnD Java Indonesia laboratory is accredited to ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional dengan nomor LP-2246-IDN. Setiap sertifikat lube oil analysis memuat metode acuan tiap parameter sehingga dapat ditelusuri dan diperbandingkan.
Consultation
Konsultasi gratis: hubungi tim kami lewat WhatsApp 0888-9507-534, telepon (0353) 8940000, atau contact page. Sertakan jenis sampel, jumlah, dan parameter yang dibutuhkan agar penawaran bisa langsung disiapkan.
Standards and references
Metode pengujian mengacu pada ASTM International and Energy Institute (IP). Lihat juga rangkaian laboratory services kami.

