Lube Oil Analysis

Lube Oil Analysis or lubricating oil analysis is the process of testing and evaluating the condition and quality of lubricating oil used in industrial machinery and equipment.

DnD Java tests and inspects refined lubricant base oils for quality control and troubleshooting. Base oil testing helps ensure quality is maintained throughout the refining, blending, transportation and storage processes. Expertise in chemical analysis techniques is also available to assist in difficult problem solving, troubleshooting, formulation and tracking contamination issues.

Lube Oil Test

Mengapa Lube Oil Analysis Lebih Murah daripada Mengganti Mesin

Lube oil analysis adalah cara paling murah mengetahui kondisi bagian dalam mesin tanpa membongkarnya. Minyak pelumas yang bersirkulasi membawa jejak semua yang terjadi di dalam: serpihan logam dari bantalan yang mulai aus, air dari pendingin yang bocor, bahan bakar dari injektor yang menetes, dan produk oksidasi dari pelumas yang sudah lelah. Membaca jejak itu secara berkala memungkinkan tim pemeliharaan mengganti komponen sebelum rusak, bukan sesudahnya.

Laboratorium PT DnD Java Indonesia mengerjakan lube oil analysis untuk dua kebutuhan: pengendalian mutu pelumas baru dan base oil, serta pemantauan kondisi pelumas terpakai (in-service) pada mesin diesel, genset, turbin, kompresor, gearbox, dan sistem hidrolik.

Parameter Lube Oil Analysis dan Artinya

ParameterReference methodYang diberitahukan angkanya
Kinematic viscosity 40 & 100 °CASTM D445, IP 71Naik = oksidasi/kontaminasi jelaga; turun = pengenceran bahan bakar atau salah grade
Viscosity indexASTM D2270Kestabilan viskositas terhadap suhu; indikasi base oil dan aditif VI
Acid number (TAN)ASTM D664, D974Produk oksidasi dan asam; naik berarti pelumas mendekati akhir umur
Base number (TBN)ASTM D2896, D4739Cadangan alkali pelumas mesin untuk menetralkan asam pembakaran
Water contentASTM D6304 (Karl Fischer)Kebocoran pendingin, kondensasi, atau masuknya air dari luar
Water separabilityASTM D1401Kemampuan pelumas turbin/hidrolik melepaskan air
Flash pointASTM D92, D93Turun tajam = pengenceran bahan bakar
Wear metals & aditifASTM D5185 (ICP)Fe, Cu, Pb, Al, Cr, Sn menunjukkan komponen yang aus; Ca, Zn, P menunjukkan paket aditif
Oksidasi, nitrasi, jelagaASTM E2412 (FTIR)Degradasi kimia pelumas dan beban pembakaran
Evaporation lossASTM D5800Kehilangan fraksi ringan pada suhu operasi tinggi
Pour point & cold crankASTM D97, D5293Kemampuan mengalir dan start pada suhu rendah
Color, ash, refractive indexASTM D1500, D482, D1218Pengendalian mutu base oil dan indikasi kontaminasi
Sulfur & nitrogenASTM D2622, D4294, D5762Spesifikasi base oil, potensi pembentukan asam

Penjelasan dasar tiap parameter dan cara membacanya tersedia di artikel pengertian lube oil analysis dan manfaatnya.

Pelumas Baru atau Pelumas Terpakai: Dua Tujuan yang Berbeda

Pelumas baru dan base oil diuji terhadap spesifikasi produk: viskositas pada grade yang dijanjikan, viscosity index, flash point, pour point, color, dan kadar sulfur. Tujuannya memastikan mutu terjaga selama pencampuran, pengiriman, dan penyimpanan, serta membuktikan kesesuaian saat terjadi keluhan pelanggan.

Pelumas terpakai diuji terhadap dirinya sendiri: hasil hari ini dibandingkan dengan sampel pelumas baru yang sama dan dengan tren sampel sebelumnya. Yang dicari bukan angka absolut, melainkan laju perubahan. Kenaikan besi dari 20 ke 80 ppm dalam dua bulan jauh lebih penting daripada angka 80 itu sendiri.

Cara Membaca Hasil Lube Oil Analysis

Tiga pertanyaan diurutkan setiap kali laporan dibaca. Pertama, apakah pelumasnya masih layak: lihat viskositas, TAN, TBN, dan oksidasi. Kedua, apakah ada kontaminasi: lihat water, bahan bakar (flash point), glikol, dan silikon dari debu. Ketiga, apakah mesinnya aus: lihat wear metals dan pasangkan dengan komponen sumbernya, misalnya tembaga dan timbal dari bantalan, kromium dari ring piston, besi dari liner dan roda gigi.

Laporan kami menandai setiap parameter dengan status normal, perhatian, atau kritis berdasarkan batas yang disepakati dengan tim pemeliharaan Anda, sehingga tindakan bisa diputuskan tanpa membaca angka satu per satu.

Sumber Logam Aus dan Komponen yang Ditunjuknya

Logam yang naikKomponen yang didugaPemeriksaan lanjutan
Besi (Fe)Liner silinder, roda gigi, poros, bantalan gelindingBandingkan dengan jam operasi; periksa filter dan magnet drain plug
Tembaga (Cu) dan timbal (Pb)Bantalan luncur, bushing, pendingin oli berbahan tembagaCek clearance bantalan dan kebocoran oil cooler
Aluminium (Al)Piston, bantalan aluminium, rumah pompaPeriksa bersama silikon: Al + Si tinggi = debu masuk
Kromium (Cr)Ring piston, batang katup, bantalan berlapis kromCek blow-by dan kompresi silinder
Silikon (Si)Debu dari saringan udara bocor, atau sealant baruPeriksa saluran udara masuk dan segel
Natrium (Na), kalium (K), boron (B)Cairan pendingin masuk ke pelumasUji tekanan sistem pendingin, periksa gasket kepala silinder

Tabel ini menjadi alasan mengapa lube oil analysis tidak berhenti pada angka ppm: setiap logam menunjuk ke komponen tertentu, dan laporan kami menyebutkan komponen itu supaya tim pemeliharaan tahu bagian mana yang harus diperiksa lebih dulu.

Kapan Lube Oil Analysis Dibutuhkan

SituationParameter kunciAkibat bila diabaikan
Program predictive maintenance genset, kompresor, turbinViskositas, TAN/TBN, water, wear metals, FTIRKerusakan mendadak dan downtime tak terjadwal
Menentukan interval ganti oli yang tepatTBN, oksidasi, viskositas, jelagaGanti terlalu cepat (boros) atau terlalu lambat (aus)
Dugaan kebocoran pendingin atau injektorWater, glikol, flash pointBantalan gagal karena pelumas encer atau beremulsi
Penerimaan pelumas dari pemasokViskositas, VI, flash point, aditif (Ca, Zn, P)Salah grade atau produk tercampur masuk ke mesin
Klaim garansi mesinPaket lengkap dari lab terakreditasiKlaim ditolak tanpa bukti kondisi pelumas
Pelumas turbin dan hidrolik umur panjangWater separability, TAN, partikel, oksidasiVarnish dan sludge menyumbat katup servo

Alur Pengerjaan Lube Oil Analysis di DND Java

  1. Pendaftaran mesin — jenis mesin, merek dan grade pelumas, jam operasi, dan riwayat penggantian dicatat sebagai baseline.
  2. Pengambilan sampel — saat mesin hangat dan beroperasi, dari titik yang sama setiap kali (sebelum filter), memakai botol bersih dan pompa vakum atau kran sampling.
  3. Pengujian — paket parameter sesuai jenis mesin; sampel pelumas baru diuji sebagai pembanding.
  4. Interpretasi tren — hasil dibandingkan dengan baseline dan sampel sebelumnya, bukan hanya dengan batas umum.
  5. Laporan dan rekomendasi — status per parameter, kemungkinan sumber masalah, dan tindakan yang disarankan.

Isi laporan lube oil analysis

  • Identitas mesin, pelumas, jam operasi mesin dan jam operasi pelumas saat sampling
  • Hasil tiap parameter dengan metode acuan, dibandingkan dengan pelumas baru dan sampel sebelumnya
  • Status normal / perhatian / kritis per parameter dan grafik tren untuk program berkala
  • Rekomendasi: lanjutkan, periksa komponen tertentu, atau ganti pelumas

Paket Lube Oil Analysis Menurut Jenis Mesin

  • Mesin diesel dan genset — viskositas 100 °C, TBN, jelaga dan oksidasi (FTIR), water, bahan bakar (flash point), dan wear metals lengkap. Tujuannya menentukan interval ganti oli dan mendeteksi keausan liner, bantalan, serta kebocoran pendingin.
  • Turbin gas dan uap — viskositas 40 °C, TAN, water separability, oksidasi, dan kebersihan partikel. Pelumas turbin dipakai bertahun-tahun, sehingga tren TAN dan kecenderungan varnish menjadi indikator utama.
  • Kompresor — viskositas, TAN, water, wear metals, dan pengenceran oleh gas proses; untuk kompresor gas alam, kontaminasi kondensat sering menjadi penyebab viskositas turun.
  • Gearbox dan sistem hidrolik — viskositas, water, partikel, dan wear metals dengan penekanan pada besi, tembaga, dan silikon sebagai penanda keausan roda gigi dan masuknya debu.
  • Base oil dan pelumas baru — density, viskositas dan viscosity index, flash point, pour point, color, sulfur, nitrogen, dan aditif sebagai pengendalian mutu produksi dan penerimaan.

Paket dapat disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan mesin dan riwayat masalah yang pernah terjadi, dan kami sarankan sampel pelumas baru dari drum yang sama diuji sebagai pembanding pada awal program.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Lube Oil Analysis

Seberapa sering lube oil analysis perlu dilakukan?

Untuk mesin diesel dan genset yang beroperasi terus-menerus, umumnya setiap 250 sampai 500 jam operasi. Turbin, kompresor, dan sistem hidrolik dengan pelumas umur panjang cukup tiap satu sampai tiga bulan. Interval pastinya disepakati dari kritikalitas mesin dan tren hasil sebelumnya.

Berapa banyak sampel pelumas yang dibutuhkan?

Sekitar 100 sampai 250 mililiter per titik sudah cukup untuk paket pemantauan rutin. Paket lengkap yang menyertakan evaporation loss, cold crank, atau water separability membutuhkan volume lebih besar; kami sampaikan kebutuhannya bersama botol dan label sampling.

Apakah lube oil analysis bisa mendeteksi kebocoran air pendingin?

Ya. Water content Karl Fischer mendeteksi air, sedangkan kenaikan natrium, kalium, dan boron pada hasil ICP menunjukkan bahwa airnya berasal dari cairan pendingin, bukan dari kondensasi. Kombinasi ini membedakan kebocoran pendingin dari masuknya air biasa.

Layanan Lube Oil Analysis PT DnD Java Indonesia

PT DnD Java Indonesia adalah laboratorium pengujian minyak dan gas di Bojonegoro, Jawa Timur, yang sejak 2022 melayani operator migas, pembangkit listrik, industri manufaktur, pertambangan, dan armada transportasi di seluruh Indonesia. Untuk klien di Jawa Timur kami menyediakan pengambilan sampel terjadwal langsung di lokasi mesin; baca panduan lube oil analysis dan predictive maintenance.

  • Terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 — hasil lube oil analysis diterima untuk klaim garansi dan audit pemeliharaan
  • Dua tujuan dalam satu laboratorium — pengendalian mutu pelumas baru dan pemantauan pelumas terpakai
  • Interpretasi tren — laporan menyebut komponen yang diduga aus, bukan hanya angka
  • Program berkala — botol, label, jadwal sampling, dan grafik tren per mesin
  • Related services — fuel analysis untuk bahan bakar mesin yang sama dan chemical screening untuk aditif

Accreditation

The PT DnD Java Indonesia laboratory is accredited to ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional dengan nomor LP-2246-IDN. Setiap sertifikat lube oil analysis memuat metode acuan tiap parameter sehingga dapat ditelusuri dan diperbandingkan.

Consultation

Konsultasi gratis: hubungi tim kami lewat WhatsApp 0888-9507-534, telepon (0353) 8940000, atau contact page. Sertakan jenis sampel, jumlah, dan parameter yang dibutuhkan agar penawaran bisa langsung disiapkan.

Standards and references

Metode pengujian mengacu pada ASTM International and Energy Institute (IP). Lihat juga rangkaian laboratory services kami.

Office Phone(0353) 8940000 Send Email[email protected]
Chat with Admin Consult via WhatsApp