Chemical Screening
Chemical Screening is the process of testing various chemical compounds to evaluate their physical, chemical, and biological properties.
Chemical screening is very necessary in a production process, refinery, piping and storage in an industry.
Test Chemical Screening
- Demulsifier
- Jar test
- Pour point depressant
- Corrosion inhibitor
- Emulsion
- H2S Scavenger
- Other Test
Mengapa Chemical Screening Dilakukan Sebelum Membeli Bahan Kimia
Bahan kimia produksi (production chemicals) adalah salah satu biaya operasi terbesar yang paling jarang diuji. Demulsifier, corrosion inhibitor, pour point depressant, dan H2S scavenger sering dipilih berdasarkan brosur pemasok atau kebiasaan, lalu diinjeksikan bertahun-tahun pada dosis yang tidak pernah dioptimalkan. Chemical screening membalik urutannya: bahan kimia diuji dulu pada fluida Anda sendiri, dosisnya ditentukan dari data, baru dibeli.
Laboratorium PT DnD Java Indonesia mengerjakan chemical screening untuk fluida produksi minyak, gas, dan air terproduksi, memakai sampel dari lapangan Anda dan kondisi (suhu, salinitas, water cut) yang meniru kondisi operasi sesungguhnya.
Jenis Chemical Screening dan Cara Ujinya
| Uji | Method | What is measured | Decision answered |
|---|---|---|---|
| Demulsifier bottle test | Bottle test pada suhu proses, dosis bertingkat | Kecepatan pemisahan air (water drop), kejernihan air, BS&W minyak, ketebalan lapisan antarmuka | Produk mana yang memecah emulsi crude Anda dan pada dosis berapa |
| Emulsion tendency | Pencampuran terkontrol minyak-air, pengamatan stabilitas | Kecenderungan dan kestabilan emulsi | Apakah masalah emulsi berasal dari fluida atau dari proses |
| Corrosion inhibitor | ASTM G31 (kupon), ASTM G59 (LPR), NACE TM0169 | Laju korosi dengan dan tanpa inhibitor, efisiensi proteksi | Inhibitor dan dosis yang memberi proteksi tertinggi pada brine Anda |
| Pour point depressant | ASTM D97 / D5853 sebelum dan sesudah dosis | Penurunan pour point dan viskositas suhu rendah | Dosis minimum agar crude tetap mengalir di suhu jalur terendah |
| H2S scavenger | Bottle test dengan pengukuran H2S (tabung detektor / UOP 163) | Efisiensi pengurangan H2S per dosis dan waktu kontak | Scavenger dan dosis untuk memenuhi spesifikasi pipa atau tangki |
| Jar test | ASTM D2035 (koagulasi-flokulasi) | Dosis koagulan/flokulan, kekeruhan dan TSS setelah pengendapan | Bahan kimia pengolahan air terproduksi dan air limbah |
Uji lain seperti scale inhibitor, biocide, atau kompatibilitas antar-bahan kimia dapat disusun sesuai kebutuhan; hubungi kami dengan gambaran masalah yang dihadapi.
Bagaimana Chemical Screening Dikerjakan
Kunci chemical screening yang berguna adalah sampel dan kondisi yang mewakili lapangan. Kami meminta sampel minyak, air terproduksi, atau gas dari titik injeksi yang sebenarnya, lalu mengatur suhu uji, water cut, dan waktu kontak sesuai kondisi proses Anda. Bahan kimia kandidat diuji berdampingan pada dosis bertingkat, termasuk produk yang sedang dipakai sebagai pembanding.
Hasilnya bukan sekadar “produk A lebih baik dari B”, melainkan kurva kinerja terhadap dosis, sehingga tim operasi dapat memilih titik dosis yang paling ekonomis: kinerja yang cukup pada biaya terendah. Untuk demulsifier, misalnya, kurva water drop terhadap waktu pada tiap dosis langsung menunjukkan apakah dosis 50 ppm sudah memadai atau 100 ppm memang diperlukan.
Cara Membaca Hasil Chemical Screening
Hasil bottle test demulsifier dibaca dari tiga hal sekaligus, bukan hanya kecepatan air turun. Water drop yang cepat tetapi menyisakan lapisan antarmuka tebal berarti emulsi hanya pecah sebagian; kejernihan air yang buruk berarti minyak terbawa ke air terproduksi dan membebani pengolahan air; dan BS&W minyak setelah pemisahan adalah angka yang akhirnya menentukan apakah crude diterima. Produk terbaik adalah yang memberi ketiganya pada dosis terendah, bukan yang paling cepat pada dosis tertinggi.
Untuk corrosion inhibitor, angka yang dibandingkan adalah efisiensi proteksi: seberapa besar laju korosi turun dibanding blanko pada brine yang sama. Efisiensi 90% pada dosis 25 ppm lebih berharga daripada 95% pada 100 ppm bila biaya per tahun dihitung. Untuk pour point depressant, yang dicari adalah dosis terkecil yang menurunkan pour point sampai aman di bawah suhu jalur terendah, karena penambahan dosis di atas titik itu biasanya tidak memberi penurunan berarti lagi.
Semua kurva ini kami sajikan dalam satu grafik per uji, sehingga tim operasi dan tim pengadaan membaca data yang sama saat memutuskan produk dan dosis.
Kapan Chemical Screening Dibutuhkan
| Situation | Uji yang relevan | Akibat bila dilewati |
|---|---|---|
| Memilih pemasok bahan kimia baru atau tender tahunan | Bottle test, corrosion inhibitor, PPD pada semua kandidat | Keputusan hanya berdasarkan harga per liter, bukan biaya per barel |
| Emulsi tidak pecah di separator atau tangki | Demulsifier bottle test, emulsion tendency | BS&W tinggi, minyak ditolak, waktu tinggal separator naik |
| Laju korosi pipa dan tubing meningkat | Corrosion inhibitor test pada brine lapangan | Inhibitor tidak cocok dengan air formasi, kebocoran |
| Crude sulit dipompa saat suhu turun | Pour point depressant test | Pemanasan jalur mahal atau pipa tersumbat lilin |
| H2S melebihi spesifikasi pipa atau tangki | H2S scavenger test | Gas atau crude ditolak, risiko keselamatan |
| Air terproduksi keruh sebelum injeksi atau dibuang | Jar test koagulan-flokulan | Sumur injeksi tersumbat, efluen di luar baku mutu |
| Karakter fluida berubah seiring umur lapangan | Chemical screening ulang berkala | Dosis lama tidak lagi efektif tanpa disadari |
Alur Pengerjaan Chemical Screening di DND Java
- Diskusi masalah — gejala di lapangan, bahan kimia yang sedang dipakai, dosis, dan kondisi proses (suhu, water cut, salinitas, tekanan).
- Sampling — fluida dari titik injeksi sesungguhnya, diambil teknisi kami atau dikirim dengan wadah dan segel yang kami tentukan; kandidat bahan kimia dari pemasok diberi kode buta agar uji objektif.
- Penyusunan matriks uji — produk kandidat, dosis bertingkat, dan kondisi uji ditetapkan bersama Anda sebelum pekerjaan dimulai.
- Testing — dikerjakan berdampingan dalam satu batch sampel agar hasil antarproduk dapat dibandingkan langsung.
- Report — tabel dan kurva kinerja terhadap dosis, foto botol uji, rekomendasi produk dan dosis, serta catatan kondisi uji.
Isi laporan chemical screening
- Identitas sampel fluida, titik pengambilan, dan sifat dasarnya (BS&W, density, salinitas, pH)
- Daftar bahan kimia yang diuji beserta kode dan dosis
- Hasil tiap uji per dosis dalam tabel dan grafik, termasuk pembanding tanpa bahan kimia
- Foto dokumentasi bottle test dan kupon korosi
- Rekomendasi produk, dosis awal lapangan, dan parameter yang perlu dipantau setelah penerapan
Chemical Screening untuk Operator dan untuk Pemasok
Dua pihak memakai chemical screening dengan tujuan berbeda, dan keduanya kami layani dengan protokol yang sama.
- Operator lapangan memakainya untuk tender bahan kimia tahunan, optimasi dosis produk yang sedang dipakai, dan investigasi saat kinerja bahan kimia menurun. Hasil chemical screening independen memberi dasar objektif untuk membandingkan penawaran yang harga per liternya berbeda jauh.
- Pemasok bahan kimia memakainya untuk membuktikan kinerja produk pada fluida calon pelanggan sebelum uji coba lapangan, atau untuk menyusun rekomendasi dosis yang didukung data laboratorium pihak ketiga.
- Tim pengolahan air memakai jar test untuk menetapkan dosis koagulan dan flokulan pada air terproduksi atau air limbah sebelum perubahan bahan kimia diterapkan di instalasi.
Dalam semua kasus, sampel bahan kimia diberi kode buta dan diuji berdampingan pada batch fluida yang sama, sehingga perbandingan antarproduk adil dan hasil chemical screening dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak.
Data Pendukung yang Ikut Diuji
Chemical screening yang baik selalu menyertakan karakterisasi fluida yang dipakai sebagai media uji, karena tanpa itu hasilnya tidak bisa ditafsirkan atau diulang. Untuk sampel minyak kami mencatat BS&W, density, pour point, dan viskositas; untuk air terproduksi dan brine kami mencatat pH, konduktivitas atau salinitas, kandungan klorida, besi terlarut, dan H2S. Data ini dilaporkan bersama hasil uji bahan kimia sehingga bila karakter fluida lapangan berubah di kemudian hari, Anda tahu apakah hasil chemical screening lama masih berlaku atau perlu diulang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Chemical Screening
Berapa banyak sampel fluida yang dibutuhkan untuk chemical screening?
Untuk demulsifier bottle test umumnya beberapa liter emulsi segar dari titik injeksi, sedangkan uji corrosion inhibitor memerlukan air terproduksi atau brine dalam volume serupa. Jumlah pastinya bergantung pada banyaknya produk dan dosis yang diuji; kami sampaikan sebelum sampling.
Berapa lama hasil chemical screening keluar?
Bottle test demulsifier dan pour point depressant biasanya selesai dalam beberapa hari kerja setelah sampel diterima. Uji corrosion inhibitor dengan kupon memerlukan waktu paparan lebih panjang, umumnya satu sampai beberapa minggu, sesuai metode yang disepakati.
Apakah chemical screening harus diulang setelah bahan kimia dipilih?
Sebaiknya ya, secara berkala atau saat karakter fluida berubah: water cut naik, sumur baru masuk, atau suhu proses bergeser. Dosis yang optimal tahun lalu belum tentu optimal sekarang, dan pengujian ulang jauh lebih murah daripada kelebihan dosis sepanjang tahun.
Layanan Chemical Screening PT DnD Java Indonesia
PT DnD Java Indonesia adalah laboratorium pengujian minyak dan gas di Bojonegoro, Jawa Timur, yang sejak 2022 melayani operator hulu, pengelola pipa dan fasilitas produksi, serta pemasok bahan kimia di seluruh Indonesia. Karena chemical screening kami dikerjakan oleh laboratorium independen, hasilnya dapat dipakai sebagai dasar tender dan evaluasi pemasok tanpa konflik kepentingan.
- Independen — kami tidak menjual bahan kimia, sehingga hasil uji tidak memihak pemasok mana pun
- Kondisi uji meniru lapangan — suhu, water cut, dan salinitas diatur sesuai proses Anda
- Kurva kinerja terhadap dosis — dasar memilih titik dosis paling ekonomis
- Sampling oleh teknisi kami — lewat sampling and onsite analysis agar sampel mewakili titik injeksi
- Related services — crude oil analysis untuk sifat dasar fluida dan environmental monitoring untuk air terproduksi
Accreditation
The PT DnD Java Indonesia laboratory is accredited to ISO/IEC 17025:2017 by the National Accreditation Committee (KAN) under number LP-2246-IDN. Parameter pendukung chemical screening seperti BS&W, density, dan pour point dilaporkan dengan metode acuan yang dapat ditelusuri.
Consultation
Free consultation: contact our team via WhatsApp 0888-9507-534, phone (0353) 8940000, or contact page. Include the sample type, quantity, and parameters needed so a quotation can be prepared right away.
Standards and references
Metode uji korosi mengacu pada ASTM International dan publikasi AMPP (NACE); parameter fluida mengikuti ASTM dan IP. Lihat juga pour point dan viskositas minyak mentah and a range of laboratory services us.

