Crude Oil Analysis
Crude Oil Analysis or crude oil analysis is a series of tests and evaluations carried out to determine the characteristics and quality of crude oil. This process is important in the oil and gas industry because it helps determine the commercial value of crude oil, as well as guide further processing and refining processes.
Crude oil and petroleum feedstock testing is provided to refineries and other clients, through a network of hydrocarbon laboratories staffed by experienced petroleum chemists and equipped with modern instrumentation. The crude oil and petroleum laboratories test to ASTM, ISO, IP, and other petroleum industry protocols.
Crude Oil Test
- API Gravity, Density, Relative Density of crude oil.
- Sediment Content
- Water Content
- Sulfur Content and Detection, Sulfur Species Detection, Mercaptan Sulfur
- Carbon Residue
- Chloride and Chlorides Content
- Hydrogen Sulfide analysis
- Mercury Detection (Trace Levels)
- Metals in Crude Oil analysis
- Pour Point
- Vapor Pressure
- Salt Content
- Sediment by Membrane Filtration D4807
- Viscosity
- Wax Content
- Asphaltenes Content
- KUOP
Mengapa Crude Oil Analysis Menentukan Harga dan Keputusan Pengolahan
Crude oil analysis adalah pintu masuk setiap keputusan komersial dan teknis atas minyak mentah. Angka API gravity dan kadar sulfur menentukan kelas harga; BS&W dan salt content menentukan berapa volume yang benar-benar dibayar dan seberapa besar risiko korosi di kilang; pour point dan viskositas menentukan cara memompa dan menyimpannya. Karena itu crude oil analysis dikerjakan berulang di sepanjang rantai pasok: di sumur, di tangki pengumpul, saat serah terima (custody transfer), dan sebelum umpan masuk unit distilasi.
Laboratorium PT DnD Java Indonesia mengerjakan crude oil analysis mengikuti metode ASTM, ISO, dan IP pada instrumen yang terkalibrasi, dengan sampel yang diambil sesuai prosedur ASTM sampling agar angka yang dilaporkan mewakili kargo sesungguhnya, bukan hanya botol yang sampai di meja analis.
Parameter Crude Oil Analysis dan Metode Standarnya
Tabel berikut merangkum parameter yang paling sering diminta beserta metode acuannya dan keputusan yang dijawab oleh tiap angka. Parameter lain di daftar uji di atas dikerjakan dengan pendekatan yang sama.
| Parameter | Reference method | Decision answered |
|---|---|---|
| API gravity / density / relative density | ASTM D1298, ASTM D4052 | Kelas minyak (light/medium/heavy), konversi volume ke massa, dasar harga |
| Water content | ASTM D4006 (distilasi), ASTM D4928 (Karl Fischer) | Volume air yang harus dipotong dari tagihan; risiko emulsi |
| Sediment | ASTM D473 (ekstraksi), ASTM D4807 (membran) | Padatan yang mengendap di tangki dan mengikis pompa |
| BS&W (sediment and water) | ASTM D4007 (sentrifugasi) | Angka pemotongan custody transfer di lapangan |
| Salt content | ASTM D3230, ASTM D6470 | Beban desalter kilang dan risiko korosi klorida |
| Total sulfur | ASTM D4294 (XRF), ASTM D2622 | Klasifikasi sweet/sour, spesifikasi produk, pemilihan katalis |
| Hydrogen sulfide & mercaptan | UOP 163, ASTM D5705 | Keselamatan personel, korosivitas, bau produk |
| Pour point | ASTM D97, ASTM D5853 | Suhu minimum pemompaan dan kebutuhan pemanasan jalur |
| Kinematic viscosity | ASTM D445 | Desain pompa, pipa, dan heat exchanger |
| Vapor pressure | ASTM D323, ASTM D6377 | Keamanan penyimpanan dan kehilangan volatil |
| Carbon residue | ASTM D4530 (MCRT), ASTM D189 | Kecenderungan coking di furnace dan katalis |
| Wax & asphaltenes content | UOP 46, ASTM D6560 / IP 143 | Risiko deposit di pipa, tangki, dan unit vakum |
| Metals & mercury | ASTM D5708 / D5185 (ICP), ASTM D7623, UOP 938 | Racun katalis, keselamatan pekerja, spesifikasi ekspor |
Untuk pembahasan lebih dalam tentang dua parameter yang paling sering menimbulkan selisih tagihan, baca kepadatan relatif minyak mentah and pour point dan viskositas minyak mentah.
Beda Crude Oil Analysis dengan Crude Oil Assay
Keduanya sering tertukar. Crude oil analysis menjawab pertanyaan spesifik tentang satu kargo atau satu titik produksi: berapa densitasnya, berapa airnya, berapa sulfurnya. Hasilnya dipakai untuk transaksi dan pengendalian operasi harian, dan biasanya selesai dalam hitungan hari. Crude oil assay jauh lebih luas: minyak mentah didistilasi menjadi fraksi-fraksi (nafta, kerosin, gas oil, residu) dan setiap fraksi dianalisis sendiri, sehingga kilang dapat memperkirakan yield produk dan nilai ekonominya. Assay dikerjakan sekali untuk tiap jenis crude, lalu diperbarui bila karakter reservoir berubah; crude oil analysis dikerjakan berulang setiap kali ada kargo baru.
Cara Membaca Hasil Crude Oil Analysis
Angka di sertifikat baru bermakna bila dibandingkan dengan acuan yang tepat. API gravity di atas 31,1° tergolong light crude, 22,3–31,1° medium, dan di bawah 22,3° heavy; setiap kelas punya rentang harga dan rute pengolahan sendiri.
Total sulfur di bawah 0,5% massa lazim disebut sweet, di atasnya sour, dan batas ini menentukan apakah kilang perlu unit hidrodesulfurisasi tambahan. BS&W biasanya dibatasi kontrak pada 0,5–1,0% volume; setiap sepersepuluh persen di atas batas langsung dipotong dari volume yang dibayar. Salt content di atas sekitar 10 lb per 1.000 barel umumnya menuntut desalting sebelum distilasi.
Pour point dibaca bersama suhu lingkungan terendah di jalur pipa: bila selisihnya tipis, jalur perlu pemanasan atau injeksi pour point depressant. Tim kami menyertakan catatan interpretasi bila hasil berada di dekat batas spesifikasi, sehingga keputusan tidak bergantung pada pembacaan angka semata.
Satu hal yang sering terlewat: hasil crude oil analysis hanya seakurat sampelnya. Sampel yang diambil dari bagian atas tangki tanpa homogenisasi akan menunjukkan BS&W lebih rendah dari kenyataan, dan sampel yang terlalu lama terbuka kehilangan fraksi ringan sehingga density terbaca lebih berat. Karena itu prosedur sampling dan waktu pengujian selalu kami catat di sertifikat.
Kapan Crude Oil Analysis Dibutuhkan
| Situation | Parameter yang menentukan | Akibat bila tidak diuji |
|---|---|---|
| Serah terima kargo (custody transfer) | Density, BS&W, salt, sulfur | Selisih volume dan harga yang tidak bisa dibuktikan |
| Evaluasi crude baru untuk kilang | API, sulfur, TAN, metals, carbon residue | Katalis teracuni, produk keluar spesifikasi |
| Pipa atau tangki sering tersumbat | Pour point, wax, asphaltenes, viskositas | Biaya pemanasan dan pembersihan yang tidak terencana |
| Korosi cepat di jalur produksi | Salt, chloride, H2S, water content | Kebocoran, penggantian pipa lebih awal |
| Sengketa mutu dengan pembeli atau penjual | Uji ulang pada retained sample oleh lab pihak ketiga | Klaim tidak punya dasar dokumen yang diakui |
| Pemantauan rutin sumur dan gathering station | BS&W, API, H2S | Perubahan reservoir terlambat diketahui |
Alur Pengerjaan Crude Oil Analysis di DND Java
- Penetapan lingkup — Anda mengirim daftar parameter, jumlah titik sampel, dan tujuan pengujian (custody transfer, evaluasi umpan, troubleshooting). Kami usulkan metode dan jumlah sampel yang cukup.
- Pengambilan sampel — dilakukan teknisi kami di lokasi sesuai ASTM D4057 (manual) atau ASTM D4177 (automatic sampler), atau sampel dikirim ke laboratorium dengan wadah dan segel yang kami tentukan.
- Penerimaan dan homogenisasi — sampel dicatat dengan chain of custody, dihomogenkan, lalu dibagi ke tiap pengujian agar semua parameter mewakili sampel yang sama.
- Pengujian — setiap parameter dikerjakan sesuai metode acuan dengan kontrol mutu internal (blanko, duplikat, bahan acuan) yang tercatat.
- Laporan hasil uji — sertifikat memuat hasil, metode, ketidakpastian pengukuran bila diminta, dan identitas sampel; retained sample disimpan untuk keperluan uji ulang.
Isi sertifikat hasil uji
- Identitas sampel, titik dan tanggal pengambilan, serta nama pengambil sampel
- Hasil tiap parameter beserta metode acuan dan satuannya
- Kondisi pengujian yang memengaruhi hasil (suhu acuan density, kecepatan sentrifugasi BS&W)
- Tanda tangan penanggung jawab teknis dan nomor akreditasi laboratorium
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Crude Oil Analysis
Apa saja parameter crude oil analysis yang wajib untuk custody transfer?
Minimal density atau API gravity, water content, sediment, dan salt content, karena keempatnya langsung mengoreksi volume dan harga yang dibayar. Sulfur biasanya ditambahkan sebagai penentu kelas harga, sedangkan pour point dan viskositas diminta bila kargo diangkut jarak jauh.
Berapa lama hasil crude oil analysis keluar?
Parameter dasar seperti density, BS&W, dan sulfur dapat selesai dalam satu hari kerja setelah sampel diterima. Paket lengkap yang mencakup metals, mercury, wax, dan asphaltenes memerlukan beberapa hari kerja. Jadwal pasti dikonfirmasi saat penawaran berdasarkan jumlah sampel.
Apakah crude oil analysis bisa dilakukan di lokasi sumur?
Ya, untuk parameter lapangan seperti BS&W sentrifugasi, density, dan H2S kami menyediakan sampling and onsite analysis. Parameter yang membutuhkan instrumen laboratorium seperti sulfur XRF, ICP metals, dan Karl Fischer dikerjakan di laboratorium Bojonegoro dengan sampel tersegel.
Layanan Crude Oil Analysis PT DnD Java Indonesia
PT DnD Java Indonesia adalah laboratorium pengujian minyak dan gas di Bojonegoro, Jawa Timur, yang berdiri sejak 2022 dan melayani operator hulu, kilang, trader, dan kontraktor di seluruh Indonesia. Lokasi kami berdekatan dengan lapangan migas Blok Cepu, sehingga sampel dari Jawa Timur dan sekitarnya dapat sampai ke laboratorium pada hari yang sama.
Crude oil analysis kami dipakai untuk tiga kebutuhan utama: pemantauan produksi harian di sumur dan gathering station, verifikasi mutu saat serah terima antara penjual dan pembeli, serta evaluasi umpan sebelum masuk kilang. Untuk kebutuhan yang berulang, kami menyediakan jadwal sampling tetap dan format laporan yang seragam sehingga tren perubahan mutu mudah dibandingkan dari bulan ke bulan.
- Terakreditasi ISO/IEC 17025:2017 — hasil crude oil analysis diterima untuk custody transfer, audit, dan sengketa mutu
- Sampling by trained technicians — sesuai ASTM D4057 / D4177, termasuk pressurized sampling
- Metode lengkap — ASTM, ISO, IP, dan UOP pada instrumen terkalibrasi
- Retained sample — disimpan untuk uji ulang bila terjadi perbedaan hasil antarpihak
- Related services — crude oil assay untuk karakterisasi penuh dan fuel analysis untuk produk turunan
Accreditation
The PT DnD Java Indonesia laboratory is accredited to ISO/IEC 17025:2017 oleh Komite Akreditasi Nasional dengan nomor LP-2246-IDN. Hasil crude oil analysis yang kami terbitkan dapat dipakai sebagai dasar keputusan komersial, laporan ke pembeli, maupun bukti dalam audit.
Consultation
Konsultasi gratis: hubungi tim kami lewat WhatsApp 0888-9507-534, telepon (0353) 8940000, atau contact page. Sertakan jenis sampel, jumlah, dan parameter yang dibutuhkan agar penawaran bisa langsung disiapkan.
Standards and references
Metode pengujian mengacu pada standar ASTM International and Energy Institute (IP). Untuk memahami dasar tiap parameter, lihat juga apa itu crude oil assay dan rangkaian laboratory services kami.

